Tolong Jangan Baca Itu(Light Novel Version)

Chapter.2

Karena kesal dan takut terjangkit flu setelah pakaiannya basah, Xi Yang memutuskan untuk pergi ke kamar dengan langkah terburu-buru dan tidak menoleh sedikitpun pada bangunan para pengkhianat itu.

Setelah mengganti pakaiannya . Ia telungkup di ranjang yang empuk sambil menatap layar ponselnya yang terlihat basah, namun tidak rusak.

Sebuah aplikasi baru nampak terpasang dilayar depan ponselnya.

Aplikasi itu bernama Restart. Dengan gambar jam dinding kuno sebagai ikonnya.

Xi Yang mengklik aplikasi yang muncul secara tiba-tiba setelah jatuh ke waduk.  Xi Yang menatap penasaran.

*ding

[General Information]

Name: Xi Yang
Sex: Male
Age : 21 Years.

Flower point : 100
Event Point : 100

[Flower] [ Event ]

Tulisan itu berbahasa Inggris. Karena Xi Yang memiliki kemampuan dalam bahasa Inggris tahu artinya dalam bahasa Tiongkok.

Kemudian ia memilih tulisan [Flower] disudut bawah kiri layar aplikasi.

*Informasi

Secara langsung akan memperbaharui soal asmaramu dengan orang lain.

Dapat digunakan untuk mengetahui informasi dari kepribadian dan hal-hal lain orang kau sukai.

[Chu Yana]

umur: 21 tahun

Kekasih Xi Yang dan selingkuhan Yang Jie.

Status: [Dibutuhkan poin untuk mengetahuinya]

Gelar Pengkhianat Cinta.

[ Li Yuan]

umur :28 tahun

Dosen dan Professor Xi Yang. Anda memiliki sedikit ketertarikan padanya.

status:[Dibutuhkan Poin untuk mengetahuinya]

* Hanya terdapat dua orang saja saat ini yang kamu merasa tertarik secara asmara.

Xi Yang masih tidak percaya jadi dia memilih untuk menggunakan poin untuk mengetahui lebih lanjut. Jadi, dia memilih nama Chu Yana sebagai bahan percobaan.

Gunakan 10 Poin Flower Anda pada ?

[Minat]
[Lokasi]
[kondisi]
[Suasana Hati]

Sedikit berpikir Xi Yang memilih [Lokasi]

*ding
[ Saat ini berada di Pingdingshan, Resort Cherry Tang kamar 201, bersama Yang Jie diranjang]

Rasanya hampir meledak marah mendengar informasi itu. Xi Yang hampir melempar ponselnya.

Aku tidak akan lupa pada kalian berdua pengkhianat!,kutuk Xi Yang.

Setelah moodnya menjadi jelek , ia memilih tombol [Event] disebelah tombol sebelumnya.

[Event]
1. Baru-baru saja
2. Saat ini
3. Satu hari kedepan
4. Dua hari kedepan
5. Tiga hari kedepan

Sedikit bingung dengan pilihannya, akhirnya Xi Yang memilih tiga hari kedepan.

*ding

1. Li Yuan akan tiba di Resort Cherry Tang
2. Chu Yana akan tiba di rumah Orang tuamu di Shincuan
3. Saham Cherry Wall Hotel akan naik sebesar 5 kali lipat.
4. Xi Tantan terkilir sesudah jatuh di kamar mandi. Tidak parah tetapi, ia akan terus mengeluh pada ibumu.
5. Artist Wu Jing akan tiba di Pingdingshan.
6.Dekan Universitasmu akan menyetujui dirimu dalam program double degree Universitas Zhengzhou.
7.Tangan Manager An Xing akan terkilir tertimpa kardus.
8. Yang Jie pergi ke tempat tunangannya di Beijing.

* Informasi ini hanya terkait dengan dirimu dan orang terdekatmu saja. Informasi lebih lanjut membutuhkan poin Event

(cari)》

Ekspresi Xi Yang adalah hampir dipastikan seperti orang tolol. Bahkan, ia membuka lebar mulutnya.

Keluar dari aplikasi , ia kemudian berselancar di internet dan mengunjungi laman resmi artis favoritnya Wu Jing.

*Pemberitahuan, tiket konser Wu Jing di Pingdingshan untuk empat hari kedepan telah terjual habis. Jadi, nantikan kedatangan Wu Jing tercinta kita, ya 💖💖.

Ini benar-benar nyata. Wu Jing artis idola Xi Yang akan melaksanakan konser di Pingdingshan. Jadi, itu pasti dia akan datang di sini dalam tiga hari kedepan.

Berpikir sejenak bahwa ia belum dapat percaya. Kemudian memikirkan satu cara untuk membuktikan keakuratan aplikasi itu.

Xi Yang dalam pikiran tidak percaya. Jadi, dengan niat yang tidak baik ia mulai menjelajahi sebuah laman judi online. Mendaftarkan dirinya dan mentransfer 5000 Yuan yang disimpan di akun banknya. Sebenarnya uang itu digunakan untuk tabungan jika dia menikah dengan Chu Yana nanti. Namun, hubungannya dengan Chu Yana sudah kandas. Dia tidak langsung memutuskan hubungannya dengan Chu Yana untuk mencari cari membalas pengkhianat itu.

Sebuah meja taruhan online sepakbola liga Inggris antara Chelsea Vs Liverpool

Saat ini Chelsea adalah pemimpin klasemen sementara Liverpool masih terseok di papan tengah klasemen.

Keluar dari laman meja judi. Ia kembali ke aplikasi Restart.

Kemudian mengklik infomasi event cari.

(Chelsea Vs Liverpool satu hari kedepan)》》》

*Chelsea 1 : 2 Liverpool.
(Tores , 10)
(Sterling,15, 75)

Saat itu meja taruhan sangat cenderung ke Chelsea yakni 1:3, jadi tanpa pikir panjang Xi Yang meletakkan deposit akun judinya di Liverpool.

Itu hanya sebuah cara pembuktian. Jadi, setelah itu ia tejatuh dan tidur lelap.

***

Pagi ini Xi Yang bangun telat. Itu adalah pukul 11 pagi. Jadi, dia langsung mandi dan menukar pakaiannya dengan kemeja putih dan sebuah celana panjang hitam. Tubuhnya yang porporsional membuat Xi Yang lebih terlihat tampan dan berkharisma seperti seorang eksekutif muda. Orang akan percaya bahwa dia itu adalah tuan muda kaya generasi kedua.

Meluncur ke kantor Manejer Resort , Xi Yang memulai pekerjaannya dalam memeriksa data dan arsip Cherry Resort Tang.

Di sisi lain meja kerja sementara Xi Yang adalah manejer An Xing. Wajahnya seperti tidak semangat dan kusam. Tampilannya berbeda dengan pembawaannya kemarin yang ceria dan riang. Manejer berusia 45 tahun itu nampak lemas sambil bekerja di mejanya. Seperti tidak ada ruh disana.

Xi Yang yang terganggu dan tidak nyaman, lalu bersuara pelan memecah kesunyian dan suasana suram ruangan itu.

“Apa yang terjadi padamu , Manejer An?” Tanya Xi Yang penasaran lalu menghentikan pekerjaannya sesaat.

“Ha…” Ekspresi An Xing justru makin suram. Tampaknya, itu hal yang berat baginya.

“Kau tahu pertandingan tadi malam?”

“Pertandingan?”

An Xing mengangguk. Ia menghela nafas berat.”Sebenarnya aku kalah dalam pertaruhan judi. Itu membuatku kehilangan 100.000 yuan.”

Xi Yang hanya tersenyum kecil . An Xing adalah penggila bola dan klub di difavoritkannya adalah Manchester City. Jadi, kadang-kadang ia menyiapkan uang untuk bertaruh dalam perjudian bola.

“Memang… pertandingan apa yang Manejer An pertaruhkan?”

Eskpresi wajah An Xing menjadi jelek. Tampak, bahwa kekalahannya sangat berefek hari ini.

“Jika saja aku menaruh taruhan di Liverpool aku pasti akan mendapat banyak uang…”Keluh An Xing sambil menggeleng-geleng tak percaya.

Mendengar keluhan An Xing , Xi Yang tersentak, ia bahkan hampir melompat dari dudukannya.

Jika Chelsea kalah , maka, taruhan dan aplikasi itu benar adanya.

Xi Yang tak sabar. Dengan cepat ia meraih ponsel dan memeriksa hasil pertandingan itu.

Benar saja, terdapat tambahan uang dalam akun judinya sebesar 10.000 Yuan. Ia tanpa pikir panjang memindahkan semua hasil taruhan ke akun banknya kemudian tersenyum puas dan lebar.

***

Penghasilannya hasil taruhan kemarin cukup layak sekaligus pembuktian bahwa aplikasi ini memang memberikan informasi yang akurat dan benar adanya.

Jika demikian , maka segala dari informasi kemarin akan benar. Jadi, tanpa pikir panjang Xi Yang mengalokasikan semua dana yang dimilikinya sebesar 100.000 Yuan termasuk hasil judi kemarin membeli saham Cherry Wall Hotel milik Li Yangcheng.

Harga perlembar saham adalah sebesar 50 Yuan. Jadi , ia membeli sebanyak 2000 lembar saham secara online. Setelah itu tersenyum puas. Ia menunggu hasil panennya dua hari lagi.

Awalnya Xi Yang ingin membuat hal yang sama seperti judi kemarin. Namun, setelah berpikir matang itu akan beresiko. Orang dalam meja perjudian terutama pemilik meja judi adalah orang yang sangat curiga pada pelanggannya yang menang. Jadi, jika Xi Yang membuat dua hit yang sama dengan waktu dekat itu akan sangat mencurigakan.

Jadi, bermain saham adalah cara termudah baginya.

***

Xi Yang dalam suasana hati yang gembira melanjutkan pekerjaannya sambil bersiul-siul kecil.

*ring…ring

Dering ponsel Xi Yang membuatnya suasana hati bahagianya sedikit terganggu.

Dengan malas Xi Yang meraih ponsel dan menatap pada layar. Panggilan itu berasal dari Chu Yana.

Xi Yang yang dalam suasana bahagianya secara spontan kesal dan marah. Mimik mukanya jijik.

Ia mengutuk jalang Chu Yana yang sangat pandai dalam menghancurkan moodnya sejak kemarin.

Xi Yang tidak mengangkat , sampai Chu Yana memanggilnya sebanyak lima kali.

Xi Yang mengutuk, bagaimana bisa jalang ini seperti tidak ada syaraf malunya? Dia sudah berkhianat pada Xi Yang, bagaimana ia masih berani menghubunginya?Apakah tidak ada perasaan bersalah padanya?

Dengan kesal dan marah Xi Yang akhirnya menerima panggilan Chu Yana.

Hubby… kenapa kau tidak mengangkat-angkat teleponku?”Kata Chu Yana kesal dan cemberut.

Jalang ini tidak tahu diri. Jika, aku jadi dia ,aku akan gantung diri setelah mengkhianati orang yang mempercayaiku.

Xi Yang masih tanpa ekspresi. “Maaf aku tadi masih tertidur, sangat sibuk belakangan ini,”Kata Xi Yang sebagai alasan untuk jalang tak tahu malu ini.

hummpps.. Kau benar-benar pemalas sudah jam segini masih saja tertidur,” Keluh Chu Yana.

“Oh ya, Hubby, aku akan ada kejutan padamu . Kuharap kau tidak penasaran nanti,” kata Chu Yana riang dan gembira.

Kejutan?Apanya yang kejutan? Perselingkuhanmu dengan Yang Jie sudah menjadi kejutan menyakitkanku. Apakah kau ingin membuatku gantung diri ,sialan?

Xi Yang masih diam. “Hee… kejutan ya?”

“Iya. Coba tebak apa kejutanku?”Kata Chu Yana genit,

Kau tidur dan seperti pelacur dengan Yang Jie ,kan? Kata-kata itu tersangkut dimulut Xi Yang. “Aku tidak tahu.”

“Ayo sedikit berusaha. Bagaimana mengecewakan bagiku seperti itu,” keluh Chu Yana.

“Aku benar-benar tidak tahu..”

Suasana sesaat canggung. “Baiklah-baiklah . Sebenarnya aku sedang ada di kereta menuju Shincuan sekarang. Aku akan datang ke tempatmu.” tutur Chu Yana riang.

Kau bagaimana bisa melakukan hal ini?
Kau bahkan sudah tidur dengan orang lain dan ingin menjumpai orangtuaku? Hei jalang, kuharap kau gantung diri saja, kutuk Xi Yang.

“Terkejut, bukan?”kata Chu Yana bangga.

Xi Yang diam masih mengutuk dalam hatinya jalang ini. “Tetapi, aku saat ini ada di luar. Aku akan tidak akan kembali ke Shincuan,” jawab Xi Yang dengan nada datar.
Ia sebenarnya ingin berteriak dan mengutuki Chu Yana. Namun, itu akan mengganggu rencana balas dendamnya.

Yang jie dan Chu Yana kalian akan merasakan neraka setelah aku kembali nanti.

“Kau.. bagimana bisa tidak memberi tahuku bahwa kau tidak ada di Shincuan? Kau seharusnya memberi kabar lebih cepat, besok aku akan sampai di Shincuan. Argh,“kata Chu Yana kesal.

Xi Yang bahkan mendengar jelas bahwa Chu Yana membanting sebuah benda sepertinya gelas atau keramik. Xi Yang tidak mau bicara sambil menikmati kekesalan yang dirasakan Chu Yana.

“Di mana kau sekarang?”

Aku? Aku ada di kamar sebelahmu saat kau berhubungan seksual dengan si pengkhianat ,Yang Jie.

“Aku saat ini di luar provinsi Henan.”

“Di mana tepatnya?” Interogasi Chu Yana.

Jalang ini benar-benar sangat overprotektif, bahkan untuk seorang peselingkuh dan pengkhianat.

“Sebuah hotel bernama Yamcha Hotel di Guandong.”

Chu Yana tampaknya memperbaiki suasana hatinya. Jadi, ia mulai berbicara manis lagi. “Karena aku sudah di perjalanan, tolong hubungi Ayah dan Ibu untuk menjemputku di stasiun.”

Chu Yana memang sangat akrab dengan kedua orangtua Xi Yang, meski melalui telepon seluler mereka benar-benar seperti keluarga . Jadi, Chu Yana memanggil orang tua Xi Yang dengan panggilan yang seperti orang sudah menikah.

Dalam benaknya Xi Yang merasa jijik. Chu Yana bahkan lebih dari binatang yang berpura-pura tidak tahu kesalahannya.

“Ok, baiklah.”dengusnya pelan.

Obrolan mereka hanya beberapa saat membicarakan tentang hal -hal kecil yang membahas kondisi Xi Yang. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat mengakhiri obrolan dengan Chu Yana, namun tidak memiliki banyak alasan. Jika, bukan karena perselingkuhan Chu Yana dan Yang Jie tidak mungkin Xi Yang melepas Chu Yana. Namun, ini adalah kesalahan yang tak terobati . Jadi, Xi Yang menjalankan rencana balas dendamnya dengan perlahan dan hati-hati.

Setelah memberi kabar pada orangtuanya di Shincuan , Xi Yang kembali kepada pekerjaannya, sambil bersenandung riang.

Bergabung bersama kami:

https://wordpress.com/alp/?aff=48818

Tolong Jangan Baca Itu (Light Novel Version)

Li Yuan

Chapter.1

Hati manusia siapa yang tahu?

Tak ada yang jelas.
Orang-orang tersenyum di depanmu, tetapi sesungguhnya mengutukimu.

Orang-orang tersenyum di depanmu, tetapi mengutuk dan menertawakanmu di hati mereka.

Di balik senyum manis mereka, ada racun di dalamnya. Di balik kecemasan mereka, ada kepalsuan. Mereka akan berbalik jika kamu masih naif.

Inilah apa yang terjadi pada Xi Yang.

Terlahir dari keluarga biasa saja membuatnya rendah hati. Memiliki IQ diatas rata-rata tak lantas menyombongkan diri. Ketampanannya lumayan, jika kalian bisa membandingkan wajahnya adalah tak akan membuat kalian bosan.

Dengan tampangnya yang baik dan lumayan, tak jarang ia didekati oleh wanita kebanyakan,tetapi hatinya sepenuhnya sudah mantap pada pilihannya. Hatinya adalah milik Chu Yana. Wanita yang telah menjadi kekasihnya sejak masa Sekolah Menengah Atas hingga di Perguruan Tinggi sekarang.

Hubungan mereka adalah berdasarkan cinta, setidaknya itu yang dipercaya Xi Yang. Jadi, mereka hanya mengisi waktu senggang kencan mereka dengan makan , menonton bioskop dan berciuman tanpa menjurus hubungan seksual.

Itu mungkin dari kemantapan Yana untuk tidak berhubungan badan sebelum menikah. Jadi, Xi Yang menghargai keputusan Chu Yana. Bagi Xi Yang, itu adalah pembuktian cintanya.

Selain Chu Yana, Xi Yang memiliki sahabat dekat yang dikenalnya sejak semester pertama, Yang Jie.

Yang Jie merupakan anak salah satu pengusaha besar di Ibukota Beijing. Dia adalah Tuan Muda, Sunjook ,.inc.
Berbeda dengan statusnya yang diatas rata-rata , Yang Jie adalah orang yang sopan dan mudah bergaul. Singkat ceritanya dua orang ini menjadi saudara sesumpah.

“Apakah kamu memiliki urusan pada liburan di musim panas ini, Sayang?” Xi Yang menggoda Chu Yana di meja kantin yang tak jauh dari depan Fakultas mereka.

Chu Yana menghela nafas. Ekspresinya berubah kecewa. Dia mengangguk. Demikian pula Xi Yang.

Rencananya dalam liburan kali ini Xi Yang akan membawa Yana menemui Keluarganya di Shincuan. Setidaknya, memperkenalkan calon menantu mereka.

Chu Yana yang dari tadi nampak memainkan smartphone merek Xiaomi miliknya perlahan menghibur Xi Yang. Jadi, dia meletakkan tangan mulus dan lembutnya itu.

Sementara di seberang meja mereka ,Yang Jie. Terlihat tidak mau menggangu keintiman dua sejoli itu.

Jadi , dia bersuara pelan menghibur Xi Yang. “Jangan bersedih, mungkin lain kali, kalian akan menemukan kesempatan lain.”

Xi Yang hanya mengangguk ringan. Jika tidak liburan musim ini, mungkin diwaktu kemudian.

***
Setelah pembicaraan kencan mereka, Xi Yang mengantarkan Yana sampai ke stasiun kereta. Sedangkan, Yang Jie pamit duluan karena ada urusan.

Bagi mahasiswa semester akhir seperti Xi Yang, kehidupan mandiri agaklah memberatkan. Mulai dari biaya yang makin besar, sampai membuat kepala orangtuanya pusing. Jadi, dia berinisiatif untuk mencari pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan Hotel.

Gajinya lumayan untuk membantu biaya kuliahnya. Hotel itu terletak tak jauh dari pusat kota Zhengzhou, provinsi Henan. Ia bekerja di sini berkat saran dari Professor Li Yuan, pembimbingnya dalam banyak penelitian masalah manajemen. Jadi, dengan senang hati ia menerimanya.

Cherry Wall Hotel adalah milik Paman Li Yuan, Li Yancheng, salah satu orang penting di Zhengzhou.

Little Yang, bisakah kamu menemuiku di kantor sekarang?” sebuah panggilan ditelepon selulernya membuatnya segera bergegas ke ruangan Li Yancheng.

“Bos Li, apa yang kamu butuhkan?”

“Sebenarnya, aku membutuhkan orang kepercayaan di Pingdingshan untuk mengurusi sesuatu.”

Xi Yang menatap diam. Memang hubungannya dengan Li Yancheng cukup dekat, bosnya sering mengajaknya ke rumah keluarga Li . Semenjak hubungan baiknya dengan Nona Muda Li Yuan, pamannya Li Yancheng cukup terbuka padanya.

“Baiklah jika Bos meminta demikian. Di mana bantuan yang bos ingin saya bertanggung jawab?”

Li Yangcheng mengangguk puas.

“Itu adalah sebuah resort, di dekat Waduk Baiguishan, namanya adalah Cherry Resort Tang.”

Xi Yang mengangguk patuh. Kemudian, kembali ke posnya setelah mengetauhi tugas-tugas apa yang dilakukannya.

***

Tiga hari kemudian Xi Yang tiba di Pingdingshan setelah menyelesaikan urusannya di Zhengzhou. Dengan dijemput oleh manager Resort Cherry Tang mereka tiba di salah satu kompleks Resort tak jauh dari waduk Baiguishan. Karena nampaknya resort sedikit sibuk, Xi Yang langsung masuk ke kamar untuk beristirahat karena perjalanan yang melelahkannya. Sesudah itu ia tidur terlelap.

Saat itu sudah larut malam. Jadi, kesunyian saja yang dapat didengar.

Suara erangan cabul dan basah berasal dari bangunan kamar di sebelah Kamar Xi Yang. Suara dan desahan cabul menggangu tidurnya. Hal yang umum di resort mewah seperti ini akan banyak ditemui urusan seperti demikian. Jadi, Xi Yang tahu urusan apa itu.

Meski , dia dan kekasihnya belum pernah melakukan hal demikian, setidaknya ia tidak buta, bahwa Xi Yang juga lelaki normal yang kadang-kadang menonton AV Jepang.

Nalurinya menggelitik. Dengan hidung berkedut dan niat mengintip terpancing, akhirnya kaki-kaki Xi Yang mengantarkan dirinya yang penasaran ke depan kamar.

Dengan teliti ia mencari-cari celah yang yang tak jauh dari posisi ranjang. Dalam pandangannya dua sosok telanjang tampak saling bergulat dan mengeluarkan erangan-erangan nikmat yang membuat Xi Yang junior ikut terbawa suasana.

Badan wanita itu sangat montok dan sexy dengan kulit putih yang memikat. Sementara, sosok pria terasa sangat akrab dimata Xi Yang.

Ya, itu adalah sosok Yang Jie yang tampak dengan gagah seperti hewan buas berpenetrasi liar di atas tubuh wanita itu.

Ketika kedua sosok itu menampakkan wajah jelas di balik celah. Xi Yang mati seketika. Wanita itu tak lain adalah Chu Yana.

Melihat pemandangan di depannya sebuah emosi tergambar spontan diwajah Xi Yang.

Waktunya seperti berhenti.

Bukankah Yana mengatakan bahwa dia akan berlibur bersama keluarganya?
Lalu, mengapa dia disini?

Xi Yang awalnya tidak percaya. Ia menolak untuk mempercayainya , tetapi matanya tidak mungkin berbohong. Itu adalah Chu Yana, kekasihnya.

Hati Xi Yang membeku, kemudian perlahan pecah dan hancur seketika. Jika kedua orang yang diangapnya penting melakukan perselingkuhan di belakang punggungnya membuat ini terasa seperti neraka.

Tak dapat menahan emosi, air mata Xi Yang mulai menetes.

Ia tak dapat berdiri. Kakinya seperti membeku.

“Yang Jie… lebih dalam, masukkan lebih dalam…”suara cabul Chu Yana seperti seorang pelacur . Sementara Yang Jie makin mempercepat tempo goyangan pinggangnya.

Kedua orang itu akhirnya mencapai klimaks setelah lima belas menit bertempur, sebelum akhirnya Chu Yana membaringkan kepalanya ke dada Yang Jie.

Berengsek!!!
Kalian berdua berengsek.

Kutukan itu berasal dari hatinya yang hancur dan retak . Xi Yang telah kecewa, jadi dia dengan hati terbakar melangkah pergi jauh dari tempat itu.

***

Kaki-kaki itu membawanya dengan paksa menjauh hingga terhenti di seberang pinggir waduk. Ia menatap waduk yang jernih dan indah dengan diterangi rembulan malam.

Ia tak pernah berpikir Chu Yana menyelingkuhi dirinya. Terlebih lagi, itu adalah sahabatnya Yang Jie.

Persetan mereka. Sahabat? Kekasih? Kentut!

Beberapa menit dering nada akrab terdengar dari ponselnya.

Panggilan itu adalah Chu Yana, yang diberi nama kontak Darling.

Dengan masih terbakar dalam emosi . Xi Yang menahan segalanya dan mengembuskan nafas pelan menerima panggilan Chu Yana. Ia memperbaiki moodnya.

Hubby… apakah kau belum tidur?” Suara manja Chu Yana terdengar dari panggilan telepon.

“Aku belum tidur,” sahut Xi Yang dingin. Namun, tanpa mengubah nada suaranya.

“Oh… aku sudah agak kelelahan sebenarnya. Namun, untuk mengobati kerinduanku aku ingin mendengar suaramu.” Suara Chu Yana nampak riang dan gembira.

Kau pikir aku bodoh, Jalang?
Kau baru saja kelelahan karena berhubungan badan dengan si pengkhianat Yang Jie. Berhenti menipu dalam suaramu yang polos itu!

“Oh…”

Biasanya jika mereka berdua saling berkomunikasi jarak jauh Xi Yang adalah orang yang paling suka menggombal, tetapi hari ini ia tampak berbeda.

Hubby, apakah terjadi sesuatu?” Suara Chu Yana sedikit berubah.

Xi Yang tampak diam, sebelum menjawab dengan suara serak.

“Tidak,  itu hanya kau tahu,”

“Tahu apa? Jelaskan padaku!” sahut Yana kesal dan memaksa.

“Kau tahu Roro, kan? Itu, ikan itu sudah mati tadi. Jadi, nampaknya ikan betina yang menjadi pasangannya menjadi sedikit berbeda.” Kesenyapan dari balik Chu Yana terasa.

Roro dan Toto adalah dua nama sepasang ikan mas yang mereka beli di valentine tahun lalu , yang jantan dibeli oleh Xi Yang, sedangkan betina dibeli oleh Chu Yana sebagai simbol cinta mereka. Namun, itu semua adalah kepalsuan sekarang tampaknya.

“Aku sudah agak ngantuk , sebaiknya tutup teleponmu.”putus Xi Yang sepihak. Ia tak mau mendengar suara jalang itu lagi.  Matanya masih memerah, sambil hatinya tak berhenti mengutuk.

Tiga kali Chu Yana tampaknya menelepon, tetapi tidak ia angkat.

Berhenti bercanda jalang! Kau bisa-bisanya berselingkuh dan bertingkah seperti tidak ada dosa?

Ingat bajingan, kalian berdua pengkhianat tunggu saja aku membalas kalian.

Karena geram, telepon genggam Xi Yang terlepas dari genggamannya kemudian terjatuh ke pingggir waduk.

Xi Yang yang secara refleks hendak menangkapnya juga ikut terjatuh ke dalam waduk.

Ia segera berenang dan mencari ponselnya yang dibeli dengan kerja kerasnya. Ponsel itu tergeletak di dasar waduk. Hanya saja, masih menyala. Dalam pandangan dari layar ponsel terdapat sebuah tulisan sebuah aplikasi baru yang sama sekali tidak diketahui Xi Yang.

[Apakah Anda ingin menjalankan Aplikasi Restart?]

[ Ya/Tidak]

Karena buru-buru tanpa sengaja Xi Yang menekan tombol [Ya] meraih ponselnya, lalu berenang ke pinggir waduk.

Nafasnya terengah-engah, sementara seluruh pakaiannya basah kuyup. Ketika Xi Yang menatap layar ponselnya ia memiringkan kepala bingung. Dia sama sekali tidak tahu aplikasi apa itu.

***
Di Resort , salah satu bangunan yang dihuni Yang Jie dan Chu Yana.

Sesudah menelepon Xi Yang dan panggilannya diputus sepihak suasana hatinya cemberut.

Sudah hampir dua tahun ia berhubungan dengan Yang Jie. Awalnya itu adalah sebuah kesalahan, ketika Chu Yana dan Yang Jie yang sama-sama mabuk berakhir tidur dalam ranjang yang sama setelah pesta ulang tahun teman baiknya. Namun, entah sejak kapan kedua orang itu menjadi lebih dan lebih intim lagi. Semenjak hubungan badannya dengan Yang Jie, Chu Yana seperti kecanduan dari ekstasi hubungan perselingkuhan mereka. Meski, ia sedikit merasa bersalah pada Xi Yang,tetapi ia tidak dapat menolak ajakan dan godaan Yang Jie.

Little Yan. Apakah kau merasa bersalah pada Xi Yang?”
Memeluk tubuh Chu Yana yang telanjang diatas ranjang Yang Jie menghibur kekasih gelapnya setelah pertempuran panas itu.

Chu Yana mengangguk , merasa menyesal. Ia merasa berdosa,tetapi hatinya tidak mau memutuskan hubungannya dengan Xi Yang. Biar bagaimanapun, Xi Yang adalah cintanya meski birahinya milik Yang Jie.

“Besok kita akan berangkat dan aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana jika kau ke kampung halaman Xi Yang? Aku pernah mendengar bahwa dia akan memperkenalkan dirimu dengan orangtuanya?” saran Yang Jie sambil tangannya masih bergelayapan liar di tubuh indah Chu Yana.

Chu Yana berpikir untuk sesaat kemudian mengangguk patuh.

“Karena ini adalah malam terakhir kita bulan ini, bukankah kita harus lebih intim?” Dengan senyuman menggoda, Yang Jie menerkam dan mendorong tubuh Chu Yana ke ranjang.

Suara erangan-erangan cabul terdengar lagi dari dalam kamar.

(EraaanFairchild)

Join With Ushttps://wordpress.com/alp/?aff=48818